Kandungan Obat PCC dan Bahayanya
PCC merupakan sejenis obat yang mengandung parasetamol, caffein, carisoprodol. Dalam seminggu terakhir telah ditemukan penyalahgunaan obat ini di Kendari, Sulawesi Tenggara. Puluhan orang yang terdiri dari anak dan remaja telah menjadi korban penyalahgunaan obat ini. Mereka yang mengkonsumsi PCC secara berlebihan akan mengalami gangguan kesadaran, kejang, halusinasi bahkan bisa menyebabkan kematian. Tetapi obat PCC berbeda dengan narkoba jenis baru seperti flakka yang telah tersebar di Indonesia. Apa saja kandungan dari pil PCC ini dan kenapa berbahaya, berikut penjelasannya.
PCC adalah salah satu obat yang merupakan singkatan dari Parasetamol, Caffein, dan Carisoprodol. Obat ini berguna sebagai pelemas otot atau muscle relaxan. Penggunaan mulai untuk pegal - pegal, penghilang nyeri sampai pelemas otot jantung. PCC merupakan golongan obat keras dan penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.
Parasetamol
merupakan golongan analgetik dan antipiretik yang paling sering digunakan sehari-hari. parasetamol populer sebagai penurun panas atau demam dan pereda nyeri ringan.
Caffein
merupakan obat perangsang sistem saraf pusat pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara. Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh dan minuman ringan sangat digemari. Caffein merupakan zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia.
Carisoprodol
carisoprodol memiliki efek farmakologis sabagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat, dan di dalam tubuh akan segera di metabolisme sebagai zat aktif lain meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).
Setiap obat yang diminum bersamaan atau dikombinasikan akan saling memperkuat efek melawan penyakit. Obat PCC merupakan kombinasi penghilang rasa sakit. Jadi ketika meminum PCC nyeri yang hebat akan teratasi.
Obat PCC pada akhirnya merusak susunan saraf pusat di otak. Perwujudan kerusakan saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara spesifik memunculkan efek halusinasi yang tampak pada beberapa korban.
Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi, begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi juga dapat terjadi pada pengguna obat PCC.
Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ketakutan, dan panik yang terjadi pada pengguna obat. Selain itu, penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan overdosis hingga kematian.
Komentar
Posting Komentar